Berawal dari facebook kami berkenalan secara tak sengaja. Kami saling berngobrol atau dengan kata lain '' chat '' lewat facebook, tak lama kemudian dia meminta nomer hpku secara tiba22. Dengan senang hati pun saya memberikannya. Setelah itu kami sering dan mungkin bisa di bilang hampir setiap waktu kami berkomunikasi, bercerita, dan kami menjadi teman yang baik satu sama lainnya. Ku ingat betul kejadian waktu itu yang menurutku itulah hari di mana saya dan dia bertemu, jalan, dan bercanda tawa bersama dan dia katakan cinta kepadaku. Tuhan betapa bahagianya diriku saat itu. Tanpa keraguan dari diriku, saya menerimanya menjadi seseorang yang berarti di hidupku. Ku lalui hari22ku bersamanya, membuka lembaran baru yang ku harapkan akan sangat berarti di dalam hidupku dan perjalanan cintaku. Dia selalu mengatakan janji bahwa dia akan menjagaku, mencintaiku, menyayangiku sepenuh dan setulus hatinya, dan juga tidak meninggalkanku dalam keadaan apapun. Tapi semuanya palsu setelah ku tahu dirinya mencintai diri yang lain selain diriku ini. Ku sadari kepedihan itu. Ku tangisi kekecewaan itu. Hubunganku tak bertahan lama. Kekecewaan itu selalu muncul di diriku. Bayangan dirinya selalu menggerogoti pikiranku. Tak dapat ku menyangkalkan kebohongan dari diriku bahwa saya masih tetap mencintainya sama sampai saat ini. Hari22 dapat ku lewati tanpa dirinya lagi. Sebenarnya sangat berat untuk melupakan dan pergi dari hidupnya. Tapi apalah dayaku ini, tidak bisa berbuat apa22. Hari demi hari waktu demi waktu jam demi jam menit demi menit detik demi detik ku laluinya tanpa kehadiran dirinya dan cintanya. Bisa ku rasakan bekas luka yang tertuang di hatiku, tanpa obat yang mujarab untuk bisa menyembuhkannya. Lama22 saya melupakannya. Perasaan ku terhadapnya menjadi pudar sedikit demi sedikit. Di saat saya melupakannya dia muncul kembali di kehidupanku. Membawa sejuta kenangan manis yang pernah ku alami bersama. Namun mungkin tuhan berkehendak lain. Di saat saya kembali mencintainya , dia pergi jauh meninggalkanku. Baru ku sadari bahwa dirinya telah tiada. Bisa ku rasakan air mataku jatuh mengalir di pipiku. Dia pergi jauh, pergi ke alam sana di mana dia bisa melihatku dari kejauhan. Mungkin tuhan lebih menyayangi dia sehingga tuhan memanggilnya untuk menemaninya di sisi-Nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar